Efesiensi Anggaran, SKDP Lamteng Puasa Nabi Daud

Lampung Tengah- Pengesahan APBD Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) tahun anggaran 2010 disambut dingin oleh sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setempat. Kendati upaya efesiensi anggaran yang cukup besar pada APBD tahun 2010 ini mampu menakan defisit hanya Rp5 miliar, tetapi membuat banyak kegiatan pembangunan yang telah diprogramkan tidak dapat dilaksanakan.
Buruknya sistim keuangan Lamteng selama ini, membuat pemerintah daerah Lamteng kewalahan dalam membiayai pembangunan, khususnya dalam dua tahun terakhir. Pasalnya, besarnya defisit anggaran yang terjadi membuat kas daerah kosong, sehingga Pemkab Lamteng merasa kesulitan mencarikan pinjaman dana untuk menutupi kekurangan anggaran yang terjadi. Pemkab pun terpaksa menunda sejumlah program pembangunan.
Pemangkasan anggaran pada APBD tahun 2010 disetiap SKPD yang mencapai 40 persen dengan alasan efesiensi, tentunya kembali akan menjadi kendala bagi kelangsungan pembangunan di Lamteng. Tidak sedikit sarana infrastruktur yang pada tahun lalu tidak mendapatkan perawatan, tahun ini kondisinya akan semakin rusak. Karena, jangankan untuk membiayai pembangunan, untuk belanja alat tulis kantor (ATK) saja setiap SKPD kembali harus melakukan penghematan.
"Kalau tahun lalu penggunaan anggaran ibarat puasa Senin-Kemis, APBD tahun 2010 ini SKPD ibarat harus melakukan puasa Nabi Daud, sehari puasa sehari tidak, sebagai upaya penghematan agar dana yang sedikit tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal selama setahun," ujar Kadis Kehutanan dan Perkebunan Lamteng Ir.Johan Syahrani, di sela-sela rapat pengesahan APBD TA 2010 Rabu (30-12) lalu.
Kekhawatiran banyaknya program kegiatan yang terhambat akibat anggaran yang tidak memadai, juga diakui Sekretaris Dinas Pendidikan Lamteng Budi Roswati,SE. Menurutnya, pangajuan anggaran sebesar Rp12 miliar oleh Dinas Pendidikan adalah untuk membiayai kegiatan non fisik, sebab kegiatan fisik dialokasikan menggunakan anggaran pusat. "Dana sebesar itu seluruhnya untuk kegiatan non fisik, selain untuk gaji pegawai dan honor guru, juga untuk dana kegiatan siswa berupa trai out ujian dan pelaksanaan ujian. Kalau anggaran dipangkas cukup besar, tentunya akan menggangu kegiatan belajar siswa yang tidak maksimal menjelang ujian akhir," ujar Budi.(tbgs/pri)
